Konflik Antara Warga di Masjid, Berujung Intimidasi
Semarang, Suasana Maghrib di Masjid Al Ikhlas, Jalan Ijen, RT 14 RW 11, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, yang biasanya diiringi lantunan shalawat dari anak-anak, mendadak berubah pada Minggu, 21 Juni 2026. Tiga anak yang tengah bershalawat setelah azan Maghrib dilaporkan mendapat larangan untuk melanjutkan kegiatan tersebut. Suara yang sebelumnya mengalun dari bibir anak-anak itu pun terhenti, meninggalkan tanda tanya di tengah sebagian jamaah dan warga sekitar.
Dua hari berselang, Selasa, 23 Juni 2026, peristiwa serupa kembali terjadi. Pada waktu yang hampir sama, anak-anak yang berupaya melantunkan shalawat menggunakan pengeras suara masjid kembali diminta menghentikan penggunaan pengeras suara tersebut. Kejadian yang berulang dalam rentang waktu singkat itu menambah perhatian warga terhadap dinamika yang terjadi di lingkungan masjid.
Peristiwa ini memunculkan beragam reaksi di masyarakat. Sebagian menyayangkan terhentinya lantunan shalawat yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas keagamaan anak-anak, sementara yang lain berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Di tengah perbedaan pandangan, banyak warga berharap masjid tetap menjadi tempat yang mampu merangkul generasi muda sekaligus sebagai penerus umat.















