Semarang,(26/02/2026) — Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi demonstrasi damai di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, Kamis sore. Aksi yang berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WIB ini menyuarakan tuntutan reformasi institusi Polri.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan tuntutan utama terkait reformasi kepolisian. Koordinator aksi menegaskan bahwa mahasiswa menuntut penerapan Undang-Undang Nomor 45 sebagai dasar untuk memberhentikan secara tegas setiap oknum polisi yang terbukti melakukan pelanggaran atau tindakan melanggar hukum.
Koordinator memberikan peringatan bahwa apabila tuntutan reformasi tidak ditindaklanjuti, mahasiswa siap melakukan aksi dengan skala yang lebih besar. Ia menegaskan bahwa gerakan ini akan terus berlanjut hingga tercipta reformasi kepolisian yang menyeluruh.
“Apabila tidak ada perbaikan dan komitmen nyata dari pimpinan kepolisian, kami akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar. Gerakan reformasi ini tidak akan berhenti sampai tuntutan kami dipenuhi,” katanya dengan tegas.
Demonstrasi yang berlangsung selama satu jam tersebut berjalan kondusif dan damai. Mahasiswa membubarkan diri secara teratur setelah menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polda Jawa Tengah terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.














