Semarang, beritameteor — Fasilitas publik kembali menuai kritik. Pembangunan jalur disabilitas di trotoar Jalan Dokter Cipto, Sarirejo, tepat di depan Kantor KPU Kota Semarang, dinilai asal jadi dan berbahaya. Jalur pemandu bagi penyandang disabilitas tersebut justru dibangun mengarah ke pohon dan plang, kondisi yang berpotensi mencelakakan pengguna, khususnya tunanetra.
Alih-alih menghadirkan ruang kota yang inklusif, keberadaan jalur disabilitas ini memunculkan kesan kuat bahwa proyek dikerjakan tanpa perencanaan matang dan minim pengawasan.
Jalur pemandu yang seharusnya mengarahkan pengguna ke area aman malah berakhir di rintangan fisik, memperlihatkan kegagalan fungsi yang fatal. Kondisi ini tidak hanya keliru, tetapi juga mencederai hak dasar penyandang disabilitas atas akses yang aman.
Masalah tidak berhenti di situ. Selokan di depan Kantor KPU Kota Semarang tampak dipenuhi tanaman liar, membuat saluran air tidak berfungsi optimal.
Akibatnya, aliran air tersumbat dan meningkatkan risiko genangan saat hujan turun. Kondisi ini menambah daftar persoalan infrastruktur di kawasan yang seharusnya menjadi contoh tertib fasilitas publik.
Pembangunan trotoar dan jalur disabilitas yang bersumber dari anggaran negara seharusnya mengedepankan aspek keselamatan, fungsi, dan kebermanfaatan. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: fasilitas yang dibangun tidak hanya gagal memenuhi standar, tetapi juga berpotensi membahayakan penggunanya.
Situasi ini memicu desakan agar Pemerintah Kota Semarang dan dinas terkait segera turun tangan melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Tanpa tindakan cepat, proyek yang diklaim pro-disabilitas ini justru akan dikenang sebagai potret kelalaian dan abainya pengelola fasilitas publik.














